Burung Rajawali
Seperti Rajawali yang Terbang Tinggi
Refleksi dari Yesaya 40:31 dan Mazmur 103:5
Burung rajawali—ia tidak mengepak dengan panik,
Tidak berjuang melawan angin dengan keras dan sik.
Ia menaiki arus, membiarkan badai mengangkat sayapnya,
Di ketinggian, ia melihat lemahnya ancaman dunia.
Tetapi orang‑orang yang menanti‑nanti TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya. (Yesaya 40:31, BIMK)
Demikianlah jiwaku—lelah, letih, hampir jatuh,
Namun Engkau janjikan kekuatan baru, seperti rajawai utuh.
Bukan dengan kekuatanku sendiri, bukan dengan usahaku yang lemah,
Tapi oleh Roh-Mu yang mengangkat, yang membuatku bersemah.
Rajawali tidak takut badai; ia menggunakan angin ribut
Untuk melambung lebih tinggi, melebihi awan kelabu.
Ia tahu bahwa di atas sana, ada terang yang tetap ada,
Dan badai tidak akan menghancurkan, hanya menguatkan sayapnya.
Masa mudanya diperbaharui seperti burung rajawali. (Mazmur 103:5, BIMK)
Perbaharui hidupku—lepaskan bulu tua yang memberatkan,
Rasa takut, rasa gagal, luka yang telah lama melekatkan.
Berikan kepadaku sayap yang baru, penuh kerinduan,
Untuk terbang bersama-Mu, di atas lembah persoalan.
Aku tidak akan lari dari badai, tetapi akan belajar naik di atasnya.
Engkaulah arus udara, Engkaulah pemilik segala ketinggian semesta.
Seperti burung rajawali, aku akan terbang tinggi bersama-Mu,
Sampai aku melihat wajah-Mu, dan berhenti di atas bukit yang kudus.
Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan. (Yesaya 41:10)
Angkatlah sayapmu, hai jiwaku. Tuhan memanggilmu naik.
Rajawali bukan ciptaan yang lemah—engkau adalah anak-anak Raja yang taik.
Amin.
No comments:
Post a Comment